Tampilkan postingan dengan label Kirim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kirim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Jokowi Kirim Utusan Bertemu Prabowo, Ini Harapan TKN - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Johnny G. Plate mengatakan Joko Widodo atau Jokowi sengaja mengutus seseorang untuk menjembatani pertemuannya dengan capres 02 Prabowo Subianto, guna mencairkan suasana politik yang tengah memanas karena kedua kubu masih saling klaim kemenangan di pemilihan presiden 2019 ini.

Baca: Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Menang, Simak Perbedaannya

Johnny berharap, dengan pertemuan kedua kandidat capres itu, Prabowo Subianto bisa legowo menerima kekalahannya berdasarkan hasil quick count. "Walaupun hasil quick count tidak legal formal, tapi itu dilakukan secara akademik dan biasa dilakukan dalam pemilu di seluruh dunia. Hasilnya selalu bedanya sedikit sekali (dengan rekapitulasi KPU)," ujar Johnny saat dihubungi Tempo pada Jumat, 19 April 2019.

Menurut Johnny, masyarakat akan lebih mengapresiasi Prabowo jika melakukan hal demikian. "Pak Prabowo seharusnya menyatakan menerima hasil quick count bahwasanya beliau kalah, tapi sesuai UU kita tunggu hasil KPU. Pernyataan ini pasti membuat semua pihak lebih tenang, tapi kalau sampai melakukan manuver yang menabrak konstitusi itu yang tidak baik," ujar Johnny.


Hal-hal seperti manuver yang menabrak konstitusi ini, kata dia, yang ingin dicegah Jokowi sebagai presiden. "Itu tujuan Pak Jokowi mengirim utusan," ujarnya.

Baca: Jokowi Deklarasikan Kemenangan dengan Suara 54,5 Persen

Johnny enggan membocorkan nama utusan Jokowi yang ditugaskan berkomunikasi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, Wakil Ketua TKN Johnny G. Plate memberi klu, utusan tersebut adalah orang yang dekat dengan Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan telah mengirim utusan untuk menemui Prabowo. Jokowi mengatakan ingin berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau," katanya di Resto Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Jokowi menuturkan ia ingin bertemu Prabowo demi mendinginkan tensi di antara kedua pendukungnya pascapemilihan presiden 2019. "Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai, dan tidak ada sesuatu apapun," ujarnya.

Namun, sampai kemarin, Prabowo mengaku belum menerima kunjungan utusan Jokowi itu. "Belum, belum, belum," kata Prabowo singkat seusai deklarasi kemenangan di teras rumahnya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019.

Baca: Prabowo Mengaku Belum Bertemu Utusan Jokowi

Kendati begitu, Prabowo mengimbuhkan bahwa hubungannya dengan Jokowi akan tetap baik. "Belum ada. Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua ya, kita ingin baik," kata Prabowo.

DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI



Read More

Jokowi Kirim Utusan ke Prabowo, Apa Hasilnya? - Tagar News



https://www.tagar.id/Asset/uploads/617260-prabowo-subianto.jpeg

Capres Prabowo Subianto sesaat setelah memberikan pidato di depan dua ratusan massa pendukungnya pada Rabu (17/4/2019). (Foto: Tagar/Eno Suratno Wongsodimedjo)



Jakarta - Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengirim utusan untuk bertemu dengan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Lantas apa hasil dari penyampaian utusan tersebut?

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Usman Kansong mengatakan, utusan dikirim guna menjajaki kemungkinan pertemuan antara dua belah pihak yang sempat bersaing dalam Pilpres 2019.

Usman juga menegaskan orang yang dikirim, merupakan utusan dari Jokowi dan bukan perwakilan pihaknya. Menurutnya, belum ada rencana untuk mengirimkan utusan dari TKN untuk bertemu pihak capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kemarin kan presiden yang bicara, mengirim utusan ke pak Prabowo, untuk menjajaki kemungkinan pertemuan antara pak Jokowi dengan pak Prabowo, kan itu yang disampaikan pak Jokowi kemarin," kata Usman kepada Tagar News, melalui sambungan telepon pada Jumat, 19 April 2019.

"Itu (utusan) Pak Jokowi. TKN sih belum ada," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi apakah isi yang disampaikan oleh utusan Jokowi ada hubungannya dengan memanasnya situasi politik paska-pilpres, Usman memilih bungkam. 

Dia menduga pembicaraan hanya berkisar tentang ajakan pihak Jokowi agar tetap menjaga silaturahmi. Pasalnya, hal tersebut memang sudah lebih dulu disampaikan berulang-ulang oleh Jokowi sebelum gelaran pilpres berlangsung.

"Saya kira nggak ya. Pak Jokowi kan di Djakarta Theater mengatakan, dan sejak awal dia mengatakan dalam debat, bahwa persaudaraan tetap terjalin. Di debat keempat dan kelima kan Pak Jokowi mengatakan itu," tegas Usman Kansong.

Sementara Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agnes Marcellina justru mengaku tidak tahu menahu mengenai isi agenda pertemuan antara utusan Jokowi dengan pihak Prabowo.

Agnes mengatakan bahwa dirinya belum bisa mengonfirmasi apapun terkait pertemuan tersebut, lantaran belum ada informasi yang masuk kepadanya.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi apa-apa mengenai pertanyaan itu, karena belum mendengar siapa yang diutus TKN dan lain-lain. Belum ada di informasi saya," tegas Agnes Marcellina.

Utusan disebut Jokowi guna mengajak rival politiknya dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 itu untuk bertemu dan menjalin komunikasi paska Pemilu 2019."Belum. Belum dengar. Ini wartawan malah yang lebih canggih daripada kita," ujar Agnes saat dihubungi Tagar News, Jumat 19 April 2019.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi apa-apa mengenai pertanyaan itu, karena belum mendengar siapa yang diutus TKN dan lain-lain. Belum ada di informasi saya," lanjut Agnes.

Diketahui sebelumnya, capres Jokowi mengatakan bahwa dirinya telah mengutus seseorang pada Kamis siang, 18 April 2019 untuk bertemu dengan Prabowo Subianto dan menjalin komunikasi pasca Pemilu 2019.

Utusan disebut Jokowi guna mengajak rival politiknya dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 itu untuk bertemu dan menjalin komunikasi paska Pemilu 2019.

"Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau ya agar kita bisa berkomunikasi dan kalau bisa bertemu," kata Jokowi dalam jumpa pers di Restoran Plataran, Jakarta pada Kamis 18 April 2019.

Mantan Wali Kota Solo dua periode itu menjelaskan, pertemuan dilakukan untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa Pemilu 2019 selesai dengan lancar, aman, dan damai. Dirinya bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin juga mengaku akan tetap menjaga silaturahim dengan Prabowo dan Sandiaga.

Baca juga:



Read More

Kamis, 18 April 2019

Jokowi Kirim Delegasi, Prabowo Deklarasi Lagi - detikNews






Jakarta

-
Calon presiden Joko Widodo (

Jokowi

) mendorong terjalinnya rekonsiliasi pasca-

Pilpres 2019

dengan mengirim utusan bertemu dengan capres

Prabowo Subianto

. Di lain lokasi, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangan di depan pendukungnya.

Penegasan ini disampaikan Jokowi setelah berkumpul dengan ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Siapa utusan yang diutus Jokowi? Capres nomor urut 01 ini belum memerincinya.

"Sudah sering saya sampaikan bahwa persahabatan dan tali silaturahmi kami semuanya, saya dan juga Pak KH Ma'ruf Amin, tidak akan putus dengan Pak Prabowo maupun Pak Sandi. Sehingga tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau. Agar kita bisa berkomunikasi, dan kalau bisa bertemu," kata Jokowi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).




"Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai, dan tidak ada sesuatu apa pun," katanya.









Read More