Tampilkan postingan dengan label Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2019

22 Pemimpin Negara Ucapkan Selamat kepada Jokowi, Ini Kata Erick Thohir - BeritaSatu






22 Pemimpin Negara Ucapkan Selamat kepada Jokowi, Ini Kata Erick Thohir



Erick Thohir (tengah) ( Foto: Istimewa )







Pemimpin dari 22 negara termasuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, termasuk yang mengucapkan selamat kepada Jokowi.








Jakarta, Beritasatu.com - Ketua TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyatakan rasa syukur atas begitu banyaknya ucapan selamat yang diterima oleh Jokowi usai pelaksanaan Pemilu 2019. Pemimpin dari 22 negara termasuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, termasuk di dalamnya.


Hal itu disampaikan Erick usai ikut menghadiri pertemuan tertutup Jokowi-Ma'ruf Amin dengan ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja, Kamis (18/4/2019).


Kata dia, awalnya pertemuan itu mendiskusikan data quick count yang sudah hampir 100 persen dan menyebut kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.


"Beliau juga tadi menyampaikan bagaimana banyaknya kepala negara, dari 22 negara tadi ada salah satu negara Islam yang sangat kita hormati, Turki, Presiden Erdogan yang memiliki track record yang bagus, menelpon beliau (Jokowi, red)," kata Erick.


"Berarti kan dunia internasional sudah mengakui dan mengapresiasi yang terjadi di pemilu kita," tambahnya.


Menurut Erick, apa yang terjadi di Indonesia merupakan hal yang sangat luar biasa. Sebab mampu melaksanakan pemilu serentak, demokratis, dengan partisipasi tinggi hingga 81 persen.


"Delapan puluh persen mungkin salah satu tertinggi di dunia. Nah ini yang harus kita lihat sebagai sebuah hal positif bagi bangsa kita ke depan," katanya.



















Read More

Indonesia Jadi Negara Favorit Nyamuk, Apa Sebabnya? - Okezone







BELAKANGAN ini, penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi tidak hanya dipengaruhi karena kondisi lingkungan. Kondisi iklim pun memengaruhi tingginya penyakit DBD di sebagian wilayah.

Pada dasarnya iklim berperan dalam memberikan lingkungan yang kondusif untuk nyamuk berkembang. Sehingga iklim menjadi faktor di awal masa perkembangan nyamuk.



Deputi Bidang Klimatologi BMKG Marjuki, MSi mengatakan, kriteria outbreak data DBD dalam 35 tahun terakhir sudah berbeda. Pola pertumbuhan vektornya pun tercatat sebesar 75 persen.

Baca Juga: Gaya Polwan Cantik Fitrya Wijayanty yang Bikin Pemilu Makin Adem




"Dari mulai hujan berkembang biaknya nyamuk dicurigai. Tapi itu bisa kita lakukan pencegahan," ucap Marjuki saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Marjuki menambahkan, peringatan dini DBD berbasis iklim harus didapatkan oleh masyarakat sedini mungkin. Biasanya didasarkan pada parameter iklim dan jumlah kasus DBD.

Marjuki melanjutkan, BMKG dengan Dinas Kesehatan di daerah melakukan langkah antisipasi agar masyarakat yang terjangkit tidak banya. Dari langkah tersebut, sejauh ini bisa menghasilkan informasi prediksi angka insiden/AI, yaitu jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto menjelaskan, nyamuk sangat senang berkembang biak saat musim hujan. Sekira 75 persen terjadi musim kawin nyamuk, karena daerahnya sangat lembap.

Nyamuk yang hidup mulai menggigit orang karena butuh sel darah untuk hidup. Lalu air liurnya dikeluarkan, tapi malah menjadi virus bagi manusia.

Baca Juga: Pusing 7 Keliling, Lihat Sisca Mellyana Pakai Lingerie Merah

"Indonesia salah satu negara yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Berbeda dengan di Arab Saudi, nyamuk lebih sedikit karena cuaca panas dan kering," ucap Yuri, pada kesempatan sama.

Sayangnya, manusia tidak bisa menghilangkan nyamuk dari muka bumi ini. Hanya saja penyeraran penyakit akibat nyamuk ini bisa dicegah.

"Karenanya, kami terus ingatkan masyarakat dengan promosi kesehatan ini harus digencarkan. Bukan setelah kejadian DBD, jangan diberantas nyamuknya, justru pas sebelumnya itu," simpul Yuri.

(mrt)
















Read More