Tampilkan postingan dengan label Suara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Klaim Suara Prabowo-Sandi 62 %, BPN Jelaskan Proses Real Count Internal! Bagaimana Kondisi Sandiaga? - Tribun Timur



Klaim Suara Prabowo-Sandi 62 %, BPN Jelaskan Proses Real Count Internal! Bagaimana Kondisi Sandiaga?


TRIBUN-TIMUR.COM - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden atau Capres-Cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini mengklaim memiliki suara 62 persen.


Jumlah rekap Real Count versi internal Capres 02 tersebut berbeda jauh dengan hasil quick count versi 10 lembaga survey yang merilis kemenangan justru di pihak Capres-Cawapres 01 Jokowi-Amin.


Baca: Bursa Pemain - 2 Pemain Baru Katrol Nilai Persib, Persija Batal Gaet Naturalisasi, SP Dapat 2 Pemain


Baca: pemilu2019.kpu.go.id - Hasil Real Count KPU Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Turun dari 56,46 % ke 54,68 %


Kondisi tersebut tak pelak membuat banyak pihak ingin tahu seperti apa dasar alasan Capres 02 Prabowo mengklaim sebagai pemenang dengan perolehan suara mencapai 62 persen.


Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengatakan, hasil real count internal BPN bersumber dari saksi-saksi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) di seluruh TPS di Indonesia.


Ia mengatakan, saksi-saksi mengirimkan foto-foto formulir C1 ke BPN dan DPP partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga.


"C1 itu dikirimkan oleh saksi untuk Pilpres maupun saksi untuk Pileg itu masuk ke DPP partai masing-masing ke BPN," kata Andre Rosiade saat ditemui wartawan di Media Center BPN, Jakarta, Jumat (19/4/2019).


Kalkulasi Foto C1 60 Persen


Andre Rosiade mengatakan, dari foto-foto C1 yang dikirimkan BPN hingga saat ini mencapai 60 persen.


Hal itu menjadi alasan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangannya.




Read More

Kamis, 18 April 2019

Luna Maya Akhirnya Buka Suara Soal Status Sudah Menikah, 'Teman' Syahrini Ungkap Perasaannya - Banjarmasin Post


BANJARMASINPOST.CO.ID - Luna Maya akhirnya buka suara soal status sudah menikah yang tercatat di

DPT. 'Teman' Syahrini itu mengungkap perasaannya.


Ya, sejak Pilpres 2019, ada heboh Luna Maya telah berstatus menikah melalui keterangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.


Hal ini terjadi karena di DPT, Luna Maya diberi tanda S, yang mana kode itu mengartikan sesorang telah menikah. Benarkah 'teman' Syahrini itu sudah menikah?


Melihat kabar itu, rupanya Luna Maya bereaksi.


Baca: Tarif Sebenarnya Vanessa Angel dalam Kasus Prostitusi Artis Diungkap Motivator pada Hotman Paris


Baca: Kabar Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia Beredar & Viral Lagi, Alvin Faiz Langsung Beri Klarifikasi


Baca: Efek Samping yang Diterima Istri SBY, Ani Yudhoyono dalam Menjalani Pengobatan, AHY Ungkap Fakta Ini


Baca: Kekaguman Atta Halilintar ke Aurel Terungkap, Ini Pesan Ashanty Soal Jodoh Putri Anang Hermansyah


Dalam sebuah Insta Story yang diposting oleh Luna Maya, Kamis (18/4/2019, Luna memposting tanggapannya.


Dia mengunggah sebuah artikel berjudul ‘Nama Luna Maya di DPT Tercatat Sudah Menikah, Dengan Siapa?’.


Bukan hanya itu, Luna mengungkapkan perasaannya lewat komentar singkat.


“Berita teraneh, (emoji tertawa),” tulis Luna, Kamis (18/4/2019).


Insta Story Luna Maya
Insta Story Luna Maya (Instagram Luna Maya)

Sebelumnya, dikunjungi Warta Kota di TPS 119 yang dekat dengan kediaman Luna Maya, tampak nama mantan kekasih Reino Barack itu diberi blok hitam dan tanda 54.


Artinya, Luna Maya adalah Warga Negara Indonesia yang melakukan pencoblosan di luar negeri.


Pencoblosan yang dilakukan Luna Maya di Amerika Serikat dibenarkan oleh ketua KKPS yang bertugas di TPS 119 di Jalan Bangka VIIIA, Jakarta Selatan.




Read More

Klaim Raih Suara 62 Persen, Dari Mana Sumber Data Kubu Prabowo? - IDN Times

Jakarta, IDN Times - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali mengklaim kemenangan mereka di pilpres 2019. Klaim ini disampaikan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Klaim serupa pernah disampaikan Prabowo pada Rabu kemarin, tak lama usai waktu pencoblosan berakhir. Bedanya, deklarasi kemenangan kali ini didampingi Sandiaga Uno. 

"Saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen," ujar Prabowo. 

Publik pun bertanya-tanya dari mana angka penghitungan 62 persen itu berasal. Apalagi angka tersebut bertentangan dengan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei.

Dari empat lembaga survei yang digandeng oleh IDN Times, rata-rata kubu Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 54 persen suara. Sementara, suara Prabowo-Sandi ada di angka 46 persen. 

Berikut respons dari kubu Prabowo-Sandiaga. 

1. Kubu Prabowo mengklaim angka 62 persen diperoleh dari real count di ratusan ribu TPS

Klaim Raih Suara 62 Persen, Dari Mana Sumber Data Kubu Prabowo?IDN Times/Irfan Fathurohman

Di dalam pernyataan kemenangannya, Prabowo mengatakan angka 62 persen itu bersumber dari formulir C1 yang sudah mereka hitung di ratusan ribu TPS. 

"Ini berdasarkan penghitungan real count dan C1 yang telah kami rekapitulasi," kata Prabowo malam ini di kediamannya. 

Sementara, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Andre Rosiade, saat ini proses penghitungan sudah dilakukan di lebih dari 300 ribu TPS. Bahkan, ia mengaku sudah diyakinkan oleh para ahli statistik, hasil penghitungan itu tidak akan berbeda jauh dengan penghitungan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Suara Pak Prabowo mencapai 62 persen, itu berdasarkan real count," kata Andre pada Rabu (17/4). 

https://www.youtube.com/embed/kK2MzsmemX0

Baca Juga: Hasil Hitung Sementara KPU, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf

2. Prabowo mengklaim memiliki bukti terjadi kecurangan dalam pemilu 2019

Klaim Raih Suara 62 Persen, Dari Mana Sumber Data Kubu Prabowo?ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Dalam deklarasi kemenangannya pula, Prabowo menyebut timnya sudah mengantongi bukti adanya kecurangan yang terjadi selama pemilu 2019. 

"Oleh sebab itu, kemenangan ini kami deklrasikan lebih cepat, karena kami punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan beragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia," kata Prabowo. 

Sementara, ketika media bertanya kepada Andre siapa ahli statistik yang diajak untuk menghitung real count di TPS, ia mengaku tidak tahu. 

"Saya tidak tahu," ujar Andre. 

Ia mengatakan tidak berada di lokasi ketika membahas soal hasil penghitungan real count C1. 

3. BPN mengancam akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi apabila data di KPU berbeda

Klaim Raih Suara 62 Persen, Dari Mana Sumber Data Kubu Prabowo?ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Lalu, apa sikap BPN apabila hasil penghitungan resmi KPU ternyata berbeda jauh dengan real count versi kubu capres nomor urut 02? Menurut Andre, pihak mereka siap membawa kasus itu ke Mahkamah Konstitusi. Langkah serupa sudah pernah ditempuh ketika Prabowo kalah dari Jokowi di pemilu 2014. 

"Jadi, gini kalau misalnya real count kami berbeda dengan data di KPU, tapi kami temukan kecurangan yang massif, terstruktur, ya mungkin saja kami akan gugat ke MK," kata Andre di kediaman Prabowo. 

4. Lembaga survei Cyrus Network menantang kubu Prabowo buka-bukaan data survei internal

Klaim Raih Suara 62 Persen, Dari Mana Sumber Data Kubu Prabowo?IDN Times/Prayugo Utomo

Melihat Prabowo-Sandiaga Uno yang begitu semangat mengumumkan kemenangan, maka CEO lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi menantang kubu capres nomor urut 02 itu untuk buka-bukaan data. Hasan mengaku heran dari mana tim Prabowo bisa mengklaim telah memperoleh 62 persen suara. Sementara, hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga justru mengungkap angka yang berbeda. 

Berdasarkan hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei menunjukkan Prabowo-Sandiaga meraih 46 persen suara. Oleh sebab itu, Hasan menantang tim Prabowo untuk buka-bukaan data hasil survei internal yang telah mereka lakukan. 

"Kami pun juga akan membuka data yang kami miliki. Mari kita buka-bukaan saja di depan publik," kata Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Kamis (18/4). 

Lagipula, kata Hasan, apabila kubu Prabowo memang benar melakukan exit poll atau hitung cepat, maka datanya tidak akan bisa dibohongi. 

"Sebab, data dari hulu hingga ke hilir akan diperiksa secara menyeluruh. Sekarang yang menjadi pertanyaan, berani gak? Dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, akan saya tunggu. Buka-buka datanya boleh juga dilakukan di depan akademisi atau kampus," tutur Hasan. 

Namun, Hasan memberikan satu syarat apabila mau buka-bukaan data. Syaratnya yakni aksi buka-bukaan data survei itu boleh dipublikasikan oleh media. 

Baca Juga: [BREAKING] Prabowo: Saya dan Sandiaga Deklarasikan Kemenangan Pilpres




Read More

Ini Perbandingan Suara Jokowi dan Prabowo pada Pemilu 2019 dan 2014 Halaman all - KOMPAS.com


KOMPAS.com – Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah dua calon presiden yang dua kali menjadi rival dalam pergelaran pemilu presiden di Indonesia, yakni Pemilu 2014 dan 2019.


Keduanya sama-sama mencalonkan diri bersama wakilnya masing-masing. Pada 2014, Jokowi menggandeng mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga mantan wakil presiden, Jusuf Kalla. Mereka terpilih menjadi presiden juga wakil presiden untuk periode 2014-2019.


Sementara Prabowo pada 2014 maju bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, namun kalah suara.


Tahun ini, Jokowi dan Prabowo kembali tampil, namun dengan calon yang berbeda. Calon tahun ini diusung berdasarkan keputusan politik bersama partai koalisinya.


Jokowi sebagai calon petahana menjatuhkan pilihan pada sosok mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin. Adapun, Prabowo mantap menarik sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Sandiaga Uno, untuk menjadi wakilnya.


Oleh karena itu, banyak pihak yang menyebut Pemilu 2019 sebagai ajang tanding ulang atau rematch antara Jokowi dan Prabowo.


Baca juga: Perbandingan Suara Parpol Pemilu 2019 dengan 2014, Data Quick Count Litbang Kompas 87 Persen


Pada 2014, Jokowi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang pemilu dan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia, bersama Jusuf Kalla.


Kemudian, pada Pemilu 2019 yang diselenggarakan Rabu (17/4/2019) kemarin, Jokowi dinyatakan kembali unggul atas pesaing lamanya. Hal ini berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei.


Salah satu lembaga survei yang melakukan quick count Pemilu Serentak 2019 adalah Poltracking. Hingga Kamis (18/4/2019) sore, jumlah sampel suara yang masuk sudah ada di angka 99,3 persen.


Meskipun belum resmi, akan tetapi hasil hitung cepat ini dapat dijadikan referensi hasil pemilu sebenarnya  yang akan disampaikan oleh KPU nantinya.


Dan berikut ini, perbandingan perolehan suara antara Jokowi dan Prabowo pada Pemilu 2014 (data KPU) dan Pemilu 2019 (data Poltracking 99,30 persen).


Jokowi


2019: (Jokowi-Ma’ruf): 54,87 persen

2014: (Jokowi-JK): 53,15 persen


Prabowo


2019: (Prabowo-Sandi): 45,13 persen

2014: (Prabowo-Hatta): 46,85persen


Sementara ini, Jokowi mengalami kenaikan perolehan suara sementara Prabowo justru sebaliknya, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan.


Berikut ini perolehan suara Jokowi dan Prabowo dalam dua kali pemilu  yang diperinci dalam perolehan per provinsi.


Aceh


Jokowi: 45,61 persen (2014) | 12,98 persen (2019)

Prabowo: 54,39 persen (2014) | 87,02 persen (2019)


Sumatera Utara


Jokowi: 55,24 persen (2014) | 61,52 persen (2019)

Prabowo: 44,76 persen (2014) | 38,48 persen (2019)


Sumatera Barat


Jokowi: 23,08 persen (2014) | 12,09 persen (2019)

Prabowo: 76,92 persen (2014) | 87,91 persen (2019)


Riau


Jokowi: 49,88 persen (2014) | 38,84 persen (2019)

Prabowo: 50,12 persen (2014) | 61,16 persen (2019)


Jambi


Jokowi: 50,75 persen (2014) | 29,63 persen (2019)

Prabowo: 49,25 persen (2014) | 30,37 persen (2019)


Sumatera Selatan


Jokowi: 48,74 persen (2014) | 37,99 persen (2019)

Prabowo: 51,26 persen (2014) | 62,01 persen (2019)


Bengkulu


Jokowi: 54,73 persen (2014) | 58,78 persen (2019)

Prabowo: 45,27 persen (2014) | 41,22 persen (2019)


Lampung


Jokowi: 53,07 persen (2014) | 56,96 persen (2019)

Prabowo: 46.93 persen (2014) | 43,04 persen (2019)


Kepulauan Bangka Belitung


Jokowi: 67,26 persen (2014) | 65,69 persen (2019)

Prabowo: 32,74 persen (2014) | 34,31 persen (2019)


Kepulauan Riau


Jokowi: 59,63 persen (2014) | 57,86 persen (2019)

Prabowo: 40,37 persen (2014) | 42,14 persen (2019)


DKI Jakarta


Jokowi: 53,08 persen (2014) | 50,07 persen (2019)

Prabowo: 46,92 persen (2014) | 49,93 persen (2019)


Jawa Barat


Jokowi: 40,22 persen (2014) | 39,55 persen (2019)

Prabowo: 59,78 persen (2014) | 60,45 persen (2019)


Jawa Tengah


Jokowi: 66,65 persen (2014) | 77,86 persen (2019)

Prabowo: 33,35 persen (2014) | 22,14 persen (2019)


DI Yogyakarta


Jokowi: 55,81 persen (2014) | 74,75 persen (2019)

Prabowo: 44,19 persen (2014) | 25,25 persen (2019)


Jawa Timur


Jokowi: 53,17 persen (2014) | 65,88 persen (2019)

Prabowo: 46,83 persen (2014) | 34,12 persen (2019)


Banten


Jokowi: 42,90 persen (2014) | 35,98 persen (2019)

Prabowo: 57,10 persen (2014) | 64,02 persen (2019)


Bali


Jokowi: 71,42 persen (2014) | 91,82 persen (2019)

Prabowo: 28,58 persen (2014) | 8,18 persen (2019)


Nusa Tenggara Barat


Jokowi: 27,55 persen (2014) | 31,65 persen (2019)

Prabowo: 72,45 persen (2014) | 68,35 persen (2019)


Nusa Tenggara Timur


Jokowi: 65,92 persen (2014) | 92,74 persen (2019)

Prabowo: 34,08 persen (2014) | 7,26 persen (2019)


Kalimantan Barat


Jokowi: 60,38 persen (2014) | 64,90 persen (2019)

Prabowo: 39,62 persen (2014) | 35,10 persen (2019)


Kalimantan Tengah


Jokowi: 59,79 persen (2014) | 72,13 persen (2019)

Prabowo: 40,21 persen (2014) | 27,87 persen (2019)


Kalimantan Selatan


Jokowi: 49,95 persen (2014) | 39,87 persen (2019)

Prabowo: 50,05 persen (2014) | 60,13 persen (2019)


Kalimantan Timur


Jokowi: 63,38 persen (2014) | 68,54 persen (2019)

Prabowo: 36,62 persen (2014) | 31,46 persen (2019)


Kalimantan Utara


Jokowi: 2014 belum terbentuk | 79,13 persen (2019)

Prabowo: 2014 belum terbentuk | 20,87 persen (2019)


Sulawesi Utara


Jokowi: 53,88 persen (2014) | 68,02 persen (2019)

Prabowo: 46,12  persen (2014) | 31,98 persen (2019)


Sulawesi Tengah


Jokowi: 54,83 persen (2014) | 52,51 persen (2019)

Prabowo: 45,17 persen (2014) | 47,49 persen (2019)


Sulawesi Selatan


Jokowi: 71,43 persen (2014) | 40,73 persen (2019)

Prabowo: 28,57 persen (2014) | 59,27 persen (2019)


Sulawesi Tenggara


Jokowi: 54,90 persen (2014) | 46,08 persen (2019)

Prabowo: 45,10 persen (2014) | 53,92 persen (2019)


Gorontalo


Jokowi: 36,90 persen (2014) | 46,96 persen (2019)

Prabowo: 63,10 persen (2014) | 53,04 persen (2019)


Sulawesi Barat


Jokowi: 73,37 persen (2014) | 56,28 persen (2019)

Prabowo: 26,63 persen (2014) | 43,72 persen (2019)


Maluku


Jokowi: 50,52 persen (2014) | 46,88 persen (2019)

Prabowo: 49,48 persen (2014) | 53,12 persen (2019)


Maluku Utara


Jokowi: 45,55 persen (2014) | 43,24 persen (2019)

Prabowo: 54,45 persen (2014) | 56,76 persen (2019)


Papua


Jokowi: 72,49 persen (2014) | 77,39 persen (2019)

Prabowo: 27,51 persen (2014) | 22,61 persen (2019)


Papua Barat


Jokowi: 67,63 persen (2014) | 57,39 persen (2019)

Prabowo: 32,37 persen (2014) | 42,61 persen (2019)






Read More

Hasil Suara Jokowi Vs Prabowo di 33 Provinsi Versi Quick Count - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Proses quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 masih terus berjalan hingga saat ini. Seperti diketahui, pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019 kemarin.


Salah satu lembaga survei yang melakukan quick count atau hitung cepat adalah Indo Barometer. Sampai saat ini, Kamis (18/4/2019) pukul 12.35 WIB, suara masuk sudah 99,67 persen.





Berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat sementara, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin menang 54,32 persen.


Sedangkan pesaingnya pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara 45,68 persen.


Dari 33 provinsi hasil quick count atau hitung cepat sementara, Jokowi-Ma'ruf hampir menang telak di provinsi Kalimantan. Sedangkan Prabowo-Sandiaga hampir menang telak di provinsi Sumatera.


Quick count Indo Barometer dilakukan di 1.200 TPS sebagai sampel, dari 809.497 yang tersebar di 34 provinsi. Margin of error sebesar plus minus 1% pada tingkat kepercayaan sebesar 99%. Metode penarikan sampel TPS, yaitu stratified and systematic random sampling.

Hasil Quick Count

Berikut hasil suara sementara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga di 33 provinsi versi quick count:


1. Aceh


Jokowi-Ma'ruf Amin: 17,13%


Prabowo-Sandiaga Uno: 82,87%


2. Sumatera Utara


Jokowi-Ma'ruf Amin: 49,11%


Prabowo-Sandiaga Uno: 50,89%


3. Sumatera Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 9,55%


Prabowo-Sandiaga Uno: 90,45%


4. Riau


Jokowi-Ma'ruf Amin: 38,49%


Prabowo-Sandiaga Uno: 61,51%


5. Jambi


Jokowi-Ma'ruf Amin: 39,21%


Prabowo-Sandiaga Uno: 60,79%


6. Sumatera Selatan


Jokowi-Ma'ruf Amin: 39,15%


Prabowo-Sandiaga Uno: 60,85%


7. Bengkulu


Jokowi-Ma'ruf Amin: 51,40%


Prabowo-Sandiaga Uno: 48,60%


8. Lampung


Jokowi-Ma'ruf Amin: 50,45%


Prabowo-Sandiaga Uno: 49,55%


9. Kepulauan Bangka Belitung


Jokowi-Ma'ruf Amin: 73,77%


Prabowo-Sandiaga Uno: 26,23%


10. Kepulauan Riau


Jokowi-Ma'ruf Amin: 43,18%


Prabowo-Sandiaga Uno: 56,82%


11. DKI Jakarta


Jokowi-Ma'ruf Amin: 52,01%


Prabowo-Sandiaga Uno: 47,99%


12. Jawa Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 39,00%


Prabowo-Sandiaga Uno: 61,00%


13. Jawa Tengah


Jokowi-Ma'ruf Amin: 78,51%


Prabowo-Sandiaga Uno: 21,49%


14. DI Yogyakarta


Jokowi-Ma'ruf Amin: 67,80%


Prabowo-Sandiaga Uno: 32,20%


15. Jawa Timur


Jokowi-Ma'ruf Amin: 69,72%


Prabowo-Sandiaga Uno: 30,28%

16. Banten

Jokowi-Ma'ruf Amin: 37,05%


Prabowo-Sandiaga Uno: 62,95%


17. Bali


Jokowi-Ma'ruf Amin: 91,00%


Prabowo-Sandiaga Uno: 9,00%


18. Nusa Tenggara Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 24,47%


Prabowo-Sandiaga Uno: 75,53%


19. Nusa Tenggara Timur


Jokowi-Ma'ruf Amin: 86,49%


Prabowo-Sandiaga Uno: 13,51%


20. Kalimantan Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 47,75%


Prabowo-Sandiaga Uno: 52,25%


21. Kalimantan Tengah


Jokowi-Ma'ruf Amin: 50,29%


Prabowo-Sandiaga Uno: 49,71%


22. Kalimantan Selatan


Jokowi-Ma'ruf Amin: 38,00%


Prabowo-Sandiaga Uno: 62,00%


23. Kalimantan Timur


Jokowi-Ma'ruf Amin: 54,34%


Prabowo-Sandiaga Uno: 45,66%


24. Sulawesi Utara


Jokowi-Ma'ruf Amin: 84,17%


Prabowo-Sandiaga Uno: 15,83%


25. Sulawesi Tengah


Jokowi-Ma'ruf Amin: 51,19%


Prabowo-Sandiaga Uno: 48,81%


26. Sulawesi Selatan


Jokowi-Ma'ruf Amin: 41,22%


Prabowo-Sandiaga Uno: 58,78%


27. Sulawesi Tenggara


Jokowi-Ma'ruf Amin: 37,96%


Prabowo-Sandiaga Uno: 62,04%


28. Gorontalo


Jokowi-Ma'ruf Amin: 44,66%


Prabowo-Sandiaga Uno: 55,34%


29. Sulawesi Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 48,55%


Prabowo-Sandiaga Uno: 51,45%


30. Maluku


Jokowi-Ma'ruf Amin: 39,80%


Prabowo-Sandiaga Uno: 60,20%


31. Maluku Utara


Jokowi-Ma'ruf Amin: 80,08%


Prabowo-Sandiaga Uno: 19,92%


32. Papua


Jokowi-Ma'ruf Amin: 72,76%


Prabowo-Sandiaga Uno: 27,24%


33. Papua Barat


Jokowi-Ma'ruf Amin: 70,64%


Prabowo-Sandiaga Uno: 29,36%



* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Quick Count digunakan untuk mengetahui hasil Pemilu secara cepat. Quick Count gunakan data hasil pemilu dari kota sampel.


Read More

Rabu, 17 April 2019

Alamak, Suara Prabowo - Sandi di TPS Amien Rais Cuma Sebegini - JPNN.com



Alamak, Suara Prabowo - Sandi di TPS Amien Rais Cuma Sebegini  - JPNN.COM


jpnn.com, SLEMAN - Tempat Pemungutan Suara (TPS) 123 Kelurahan Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang menjadi lokasi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4) telah selesai menghitung surat suara Pilpres 2019. Hasilnya, duet Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf) berjaya di lokasi Amien mencoblos.

Petugas KPPS TPS 123 Kelurahan Condongcatur Chitmatul Huda mengungkapkan, Prabowo - Sandi kalah telak. “Seperti itu hasilnya,” ujarnya usai memimpin penghitungan surat suara Pilpres 2019.


Berdasar rekapitulasi di TPS tersebut, Jokowi - Ma’ruf meraih 158 suara. Adapun Prabowo - Sandi meraih 80 suara.

“Hasil penghitungan sesuai (dengan surat suara yang digunakan),” katanya. Baca juga: Jokowi - Ma'ruf Rajai Quick Count Berbagai Lembaga Survei

Huda menjelaskan, ada 240 surat suara yang digunakan untuk coblosan di TPS 123 Concongcatur. Namun, ada dua surat suara yang dinyatakan tidak sah.

“Satunya karena dicoblos dua-duanya. Satunya dicoblos di luar gambar,” katanya.

Baca juga: Prabowo Sudah Punya Hitungan Kemenangan, Yakin Suaranya Tembus 63 Persen

Sebelumnya Amien Rais pada pagi tadi menggunakan hak pilihnya di TPS itu. Seusai mencoblos, pentolan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi itu meyakini jagonya di Pilpres 2019 bakal menang.






Read More

TPS Prabowo: Jokowi-Ma'ruf 6 Suara, Prabowo-Sandiaga 160 Suara - KOMPAS.com

Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 041, Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/04/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 041, Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/04/2019).






JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang dalam perolehan suara di TPS 41, Kampung Curug, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019).


TPS tersebut merupakan tempat Prabowo menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.


Berdasarkan penghitungan langsung yang disiarkan Kompas TV, Prabowo-Sandi memperoleh 160 suara. Sementara Jokowi-Ma'ruf memperoleh 6 suara.


Baca juga: TPS Maruf: Jokowi-Maruf 132 Suara, Prabowo-Sandiaga 129 Suara


Prabowo sebelumnya menggunakan hak pilih pada Rabu pagi. Ia didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.


Seusai mencoblos, Prabowo bertolak ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Di sana, berkumpul para pendukung untuk memantau hitung cepat atau quick count.


















Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:














Read More

Selasa, 16 April 2019

Awas Salah! 5 Kertas Suara Pemilu 2019 dan Cara Coblos, Jangan Sampai Suara Anda Tak Sah - Tribun Timur


TRIBUN-TIMUR.COM - Awas salah, 5 jenis Kertas suara Pemilu 2019 dan cara mencoblosnya. Jangan sampai suara anda batal atau tak sah.


Inilah 5 jenis Kertas suara Pemilu 2019 dan cara mencoblos yang benar.


Ada Kertas suara Pemilu 2019 untuk Capres dan Cawapres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD RI.


Hari pemungutan suara Pemilu 2019 tinggal menghitung jam. 


Rabu, 17 April 2019, besok, pemungutan suara digelar serentak di seluruh Indonesia.


Sebanyak 192.866.254 pemilih yang berada di dalam dan luar negeri diberi kesempatan untuk menyumbangkan hak suaranya di lima jenis pemilihan umum.


Kelimanya adalah, pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden, pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) provinsi, dan pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota.



Oleh karenanya, ada lima Kertas suara pemilu 2019 yang berbeda.


Setiap jenis surat suara ditandai dengan warna yang berbeda pula.


Surat suara untuk Pilpres ditandai dengan warna abu-abu, surat suara pemilihan anggota DPR RI warna kuning, surat suara untuk pemilihan anggota DPD warna merah, surat suara pemilihan anggota DPRD Provinsi warna biru, dan surat suara pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota warna hijau.





Read More